Aceh Timur – Lingkaran polri.id
Camat Pante Bidari, Darkasyi, SE, bersama para geuchik dan aparatur gampong dari Gampong Seuneubok Saboh, serta perwakilan Desa Suka Damai, Desa Paya Demam Lhe, dan Desa Matang Kruet, melakukan audiensi dengan Plt Kepala BPBD Aceh Timur, Syarijal Fauzi, Selasa (14/4/2026).
Audiensi yang berlangsung di ruang kerja Plt Kepala BPBD Aceh Timur tersebut berjalan serius dan penuh harapan. Rombongan dari Kecamatan Pante Bidari menyampaikan langsung berbagai keluhan masyarakat, khususnya terkait belum terealisasinya bantuan Jaminan Hidup (jadup) bagi warga terdampak banjir di empat desa tersebut.
Salah satu desa yang menjadi perhatian utama adalah Gampong Seuneubok Saboh. Wilayah ini diketahui mengalami dampak paling parah saat banjir melanda pada akhir tahun 2025. Puluhan rumah warga terendam, harta benda rusak, serta aktivitas ekonomi masyarakat lumpuh total. Namun hingga saat ini, belum satu pun kepala keluarga (KK) dari desa tersebut tercatat sebagai penerima bantuan jadup.
Perwakilan aparatur desa dalam pertemuan itu mengungkapkan kekecewaan masyarakat yang merasa belum mendapatkan perhatian maksimal dari pemerintah, meskipun kondisi mereka masih jauh dari pemulihan pascabencana. Mereka berharap adanya kejelasan terkait data penerima bantuan agar masyarakat tidak terus berada dalam ketidakpastian.
Camat Pante Bidari, Darkasyi, SE, menegaskan bahwa kehadiran mereka merupakan bentuk komitmen dalam memperjuangkan hak masyarakat terdampak banjir. Ia meminta BPBD Aceh Timur untuk menelusuri kembali data yang telah diajukan, khususnya dari desa-desa yang hingga kini belum menerima bantuan.
“Kami hadir membawa aspirasi masyarakat. Empat desa ini benar-benar terdampak, terutama Gampong Seuneubok Saboh. Namun sampai hari ini, belum ada satu KK pun yang menerima jadup. Kami berharap ada solusi dan kejelasan, ujar Darkasyi.
Ia menambahkan, kondisi masyarakat saat ini masih memprihatinkan. Sebagian warga bahkan masih bergantung pada bantuan pihak lain dan belum sepenuhnya pulih secara ekonomi. Oleh karena itu, bantuan jadup dinilai sangat penting untuk menunjang kebutuhan hidup sehari-hari.
Menanggapi hal tersebut, Plt Kepala BPBD Aceh Timur, Syarijal Fauzi, menjelaskan bahwa pihaknya telah menerima dan menginput seluruh data dari berbagai kecamatan di Kabupaten Aceh Timur, yang mencakup kategori kerusakan mulai dari ringan, sedang, hingga berat.
“Total data yang kami terima dari seluruh kecamatan di Aceh Timur mencapai lebih dari 25.000 kepala keluarga. Seluruh data tersebut telah diverifikasi dan dikirimkan ke pemerintah pusat untuk proses lebih lanjut, jelasnya.
Ia menambahkan, penyaluran bantuan jadup dilakukan secara bertahap oleh pemerintah pusat, sehingga belum semua data dapat direalisasikan dalam waktu bersamaan.
“Untuk tahap awal, bantuan jadup yang telah disalurkan di Kabupaten Aceh Timur baru mencapai 7.642 kepala keluarga. Dari jumlah tersebut, Kecamatan Pante Bidari termasuk yang cukup banyak menerima, yakni sekitar 1.500 KK, tambahnya.
Meski demikian, Syarijal mengakui masih banyak masyarakat yang belum menerima bantuan, termasuk dari empat desa yang disampaikan dalam audiensi tersebut. Ia memastikan bahwa data yang telah diajukan tetap menjadi prioritas dalam penyaluran tahap selanjutnya.
“Kami memahami kondisi masyarakat yang sangat membutuhkan. Namun karena proses ini bertahap dan bergantung pada pusat, kami berharap masyarakat dapat bersabar. Insyaallah, pada tahap berikutnya bantuan akan terus disalurkan, pungkasnya.
Pertemuan tersebut diakhiri dengan harapan besar dari seluruh pihak agar bantuan jadup dapat segera direalisasikan secara merata, khususnya bagi desa-desa yang hingga kini belum tersentuh bantuan. Pemerintah kecamatan bersama aparatur gampong juga berkomitmen untuk terus mengawal proses ini demi memastikan hak-hak masyarakat terpenuhi.
Erna (Mak nek)












