Pangkalan Kerinci-Lingkaran Polri.Id
Bukan di ruang rapat atau podium resmi, kedekatan antara pemerintah dan insan pers justru terajut di meja makan. Wakil Bupati Pelalawan, H. Husni Tamrin, SH, memilih cara berbeda untuk menyapa wartawan: makan siang bersama di Rumah Makan Pak Itam, Pangkalan Kerinci, Rabu, (06/05/2026) mulai pukul 12.30 WIB.
Tanpa protokol kaku, Husni Tamrin datang dengan senyum lepas. Ia menyalami rekan-rekan media satu per satu, duduk melingkar, dan langsung mencairkan suasana dengan obrolan ringan. Gelak tawa pecah beberapa kali ketika candaan spontan terlontar di tengah santap siang.
Di atas meja yang penuh hidangan khas Melayu, percakapan bergerak bebas. Ada cerita wartawan soal liputan banjir di daerah, suka-duka kejar deadline, sampai diskusi soal perkembangan media digital. Husni Tamrin mendengarkan serius, sesekali menimpali dengan pengalaman pribadinya saat turun ke lapangan.
“Silaturahmi seperti ini penting. Kalau sudah kenal hati ke hati, komunikasi jadi enak. Nggak ada yang ditutup-tutupi,” tutur Husni Tamrin.
Ia menegaskan bahwa momen informal justru sering melahirkan pemahaman yang lebih jujur antara pemerintah dan media.
“Alhamdulillah, kita bisa duduk tanpa sekat. Semoga kebersamaan ini terus terjaga, karena kita sama-sama punya tanggung jawab untuk Pelalawan,” tambahnya.
Bagi wartawan yang hadir, pertemuan ini terasa personal. Tidak ada sambutan panjang atau pidato. Yang ada hanya cerita, tukar gagasan, dan sesekali curhat soal tantangan di lapangan. Beberapa jurnalis berbagi soal sulitnya akses data hingga harapan agar pemerintah lebih terbuka.
Husni Tamrin menanggapi dengan santai tapi tegas. Ia membuka ruang untuk kritik dan masukan, menyebut pers sebagai mitra kontrol sekaligus penyampai aspirasi warga.
Menjelang sore, pertemuan ditutup tanpa seremoni. Hanya ada jabat tangan erat dan foto bersama yang diambil spontan. Tidak ada jarak antara pejabat dan wartawan. Yang tersisa hanya kesan: bahwa kedekatan bisa dibangun dari hal sederhana, seperti makan siang dan ngobrol lepas.
Momen di Rumah Makan Pak Itam itu jadi pengingat bahwa komunikasi yang sehat tidak selalu lahir dari forum resmi. Kadang, kepercayaan justru tumbuh dari tawa bersama di meja makan.
Editor : Zurwanto








