Hangat dan Bersahaja, Wabup Pelalawan Husni Tamrin Makan Siang Bareng Wartawan di Pangkalan Kerinci

Rabu, 6 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pangkalan Kerinci-Lingkaran Polri.Id

Bukan di ruang rapat atau podium resmi, kedekatan antara pemerintah dan insan pers justru terajut di meja makan. Wakil Bupati Pelalawan, H. Husni Tamrin, SH, memilih cara berbeda untuk menyapa wartawan: makan siang bersama di Rumah Makan Pak Itam, Pangkalan Kerinci, Rabu, (06/05/2026) mulai pukul 12.30 WIB.

Tanpa protokol kaku, Husni Tamrin datang dengan senyum lepas. Ia menyalami rekan-rekan media satu per satu, duduk melingkar, dan langsung mencairkan suasana dengan obrolan ringan. Gelak tawa pecah beberapa kali ketika candaan spontan terlontar di tengah santap siang.

Di atas meja yang penuh hidangan khas Melayu, percakapan bergerak bebas. Ada cerita wartawan soal liputan banjir di daerah, suka-duka kejar deadline, sampai diskusi soal perkembangan media digital. Husni Tamrin mendengarkan serius, sesekali menimpali dengan pengalaman pribadinya saat turun ke lapangan.

Silaturahmi seperti ini penting. Kalau sudah kenal hati ke hati, komunikasi jadi enak. Nggak ada yang ditutup-tutupi,” tutur Husni Tamrin.

Ia menegaskan bahwa momen informal justru sering melahirkan pemahaman yang lebih jujur antara pemerintah dan media.

“Alhamdulillah, kita bisa duduk tanpa sekat. Semoga kebersamaan ini terus terjaga, karena kita sama-sama punya tanggung jawab untuk Pelalawan,” tambahnya.

Bagi wartawan yang hadir, pertemuan ini terasa personal. Tidak ada sambutan panjang atau pidato. Yang ada hanya cerita, tukar gagasan, dan sesekali curhat soal tantangan di lapangan. Beberapa jurnalis berbagi soal sulitnya akses data hingga harapan agar pemerintah lebih terbuka.

Husni Tamrin menanggapi dengan santai tapi tegas. Ia membuka ruang untuk kritik dan masukan, menyebut pers sebagai mitra kontrol sekaligus penyampai aspirasi warga.

Menjelang sore, pertemuan ditutup tanpa seremoni. Hanya ada jabat tangan erat dan foto bersama yang diambil spontan. Tidak ada jarak antara pejabat dan wartawan. Yang tersisa hanya kesan: bahwa kedekatan bisa dibangun dari hal sederhana, seperti makan siang dan ngobrol lepas.

Momen di Rumah Makan Pak Itam itu jadi pengingat bahwa komunikasi yang sehat tidak selalu lahir dari forum resmi. Kadang, kepercayaan justru tumbuh dari tawa bersama di meja makan.

Facebook Comments Box

Editor : Zurwanto

Berita Terkait

SUARA PERS, SUARA RAKYAT Ketua Umum PJI Hartanto Boechori: “Jawab Ketakutan dengan Pembatasan Pintar!” 
Gelora Kemerdekaan Tak Padam: Dusun Tanggungan Tampil Spektakuler dalam Gebyar Karnaval Desa Balongrejo
Usai Antar Penumpang ke Nganjuk, Driver Taksi Online Diduga Bawa Kabur Perhiasan
Bocah 2 Tahun Diduga Jadi Korban Kekerasan Seksual, Terduga Pelaku Diamankan Polisi
LEWATI BATAS ADAT! Desakan Sanksi Adat untuk Polda Sitanggang Menggema di Riau
Jaringan Pil Dobel L Dibongkar, Dua Pengedar Diamankan di Nganjuk dan Bojonegoro
Beda Perlakuan Kasus Kuansing: Saat Pengeroyokan Berdarah Diabaikan, Kasus Medsos Dikejar hingga Samosir
Kurang Dua Jam, Polres Nganjuk Amankan Pria yang Diduga Terlibat Kasus Kekerasan Seksual terhadap Anak

Berita Terkait

Minggu, 6 September 2026 - 22:23 WIB

SUARA PERS, SUARA RAKYAT Ketua Umum PJI Hartanto Boechori: “Jawab Ketakutan dengan Pembatasan Pintar!” 

Minggu, 6 September 2026 - 22:01 WIB

Gelora Kemerdekaan Tak Padam: Dusun Tanggungan Tampil Spektakuler dalam Gebyar Karnaval Desa Balongrejo

Minggu, 6 September 2026 - 21:51 WIB

Usai Antar Penumpang ke Nganjuk, Driver Taksi Online Diduga Bawa Kabur Perhiasan

Minggu, 6 September 2026 - 21:46 WIB

Bocah 2 Tahun Diduga Jadi Korban Kekerasan Seksual, Terduga Pelaku Diamankan Polisi

Sabtu, 5 September 2026 - 09:31 WIB

LEWATI BATAS ADAT! Desakan Sanksi Adat untuk Polda Sitanggang Menggema di Riau

Berita Terbaru