Program MBG lebih tepat dikelola oleh SPPG dibandingkan Kantin sekolah.

Kamis, 10 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aceh Utara — Lingkaran polri.id

Kehadiran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di lingkungan sekolah memberikan perhatian baru terhadap pemenuhan kebutuhan makanan bagi para siswa. Program ini dinilai tidak hanya memberikan makanan secara cuma-cuma, tetapi juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan kebiasaan hidup sehat dan mendukung kegiatan belajar anak.

 

Bapak Muhammad Isya, yang merupakan perwakilan Yayasan Aceh Karya Bangsa untuk SPPG Samakurok 1 Kec. Tanah Jambo Aye, Kab. Aceh Utara, mengatakan bahwa program pemerintah melalui mbg, merupakan Langkah penting dalam meberikan makanan bergizi kepada anak untuk mendapatkan asupan gizi yang cukup dalam menjalani aktivitas mereka di Lembaga Pendidikan.

 

Menurutnya, anak membutuhkan gizi yang cukup dalam mengikuti kegiatan atau aktivitas pembelajaran di sekolah. Makanan yang memiliki kandungan gizi yang baik dapat membantu dan menunjang aktivitas anak, sehingga anak dapat menjalani kegiatan pembelajaran disekolah dengan baik lebih siap serta bersemangat.

 

“Anak-anak bukan hanya membutuhkan makanan untuk menghilangkan rasa lapar. Mereka juga membutuhkan gizi yang baik yang dapat mendukung pertumbuhan, kesehatan, dan aktivitas belajar,” ujar Bapak Muhammad Isya.

 

Ia menjelaskan bahwa MBG mempunyai konsep yang berbeda dengan keberadaan kantin sekolah. Kantin pada dasarnya memberikan pilihan makanan yang dapat dibeli oleh siswa, sedangkan MBG secara khusus diarahkan untuk menyediakan makanan sebagai bagian dari pemenuhan kebutuhan gizi peserta didik. Dan untuk mendapatkan makanan tersebut harus melalui proses mulai dari, penyediaaan bahan baku, pengukuran kadar gizi, dilanjutkan dengan proses persiapan, pengolahan, serta pemorsian yang sangat ketat kebersihannya

 

Kantin sekolah pada dasarnya menyediakan makanan, minuman serta kebutuhan instan lainnya, sedangkan MBG disediakan secara khusus yang diarahkan untuk menyediakan yang diberikan kepada siswa kandungan gizinya sudah ditentukan.

 

Kantin sekolah tidak mungkin menyediakan makanan yang sebagaimana disediakan oleh MBG. Jika dipaksakan maka dikhawatirkan tujuan utama dari Pendidikan tidak terwujud dikarenakan pihak sekolah terbeban dengan program tersebut.

 

Menurut Bapak Muhammad Isya, perbedaan tujuan tersebut membuat MBG memiliki peran tersendiri di sekolah. Siswa mendapatkan makanan yang telah disiapkan dalam suatu program, sehingga perhatian tidak hanya diberikan pada rasa makanan, tetapi juga pada kandungan gizi dan kebutuhan siswa.

 

Pelaksanaan MBG juga dapat menjadi kesempatan untuk memperkenalkan pola makan yang lebih sehat kepada anak-anak. Dengan mendapatkan makanan yang beragam, siswa dapat mengenal pentingnya mengonsumsi makanan dengan kandungan gizi yang seimbang.

 

Selain manfaat bagi siswa, program tersebut juga dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar. Kebutuhan bahan makanan dalam pelaksanaan program dapat membuka peluang bagi pelaku usaha dan pemasok bahan pangan lokal untuk ikut berperan dalam penyediaan makanan.

 

Bapak Muhammad Isya menilai keberadaan MBG sebaiknya terus dikembangkan dengan memperhatikan kualitas pelaksanaannya. Setiap bagian dari program perlu dikelola dengan baik agar makanan yang diberikan kepada siswa dapat diterima dalam kondisi layak dan sesuai dengan tujuan program.

 

Ia juga menyebutkan bahwa berbagai evaluasi tetap diperlukan selama program berjalan. Evaluasi tersebut penting untuk mengetahui bagian yang masih perlu ditingkatkan sekaligus memastikan pelayanan kepada siswa semakin baik dari waktu ke waktu.

 

“Program yang besar tentu membutuhkan evaluasi. Yang terpenting adalah bagaimana setiap evaluasi digunakan untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan memastikan manfaatnya benar-benar dirasakan oleh siswa,” katanya.

 

Dengan adanya MBG, sekolah memiliki dukungan tambahan dalam memenuhi kebutuhan makanan peserta didik selama kegiatan belajar. Program ini diharapkan dapat membantu menciptakan lingkungan sekolah yang lebih peduli terhadap kesehatan dan gizi anak.

 

Namun jika MBG di Kelola oleh kantin sekolah, maka itu akan menghambat kegiatan para pengajarnya, yang harusnya guru hanya memberi Pelajaran kepada siswa harus membuat siklus menu dan mengolah makanan yang akan dibagikan kepada siswa

 

Bagi Bapak Muhammad Isya, keberhasilan MBG pada akhirnya dapat dilihat dari manfaat yang diterima oleh siswa. Makanan yang bergizi, pelayanan yang baik, serta pengelolaan yang tepat menjadi bagian penting agar program tersebut dapat terus memberikan dampak positif bagi generasi muda di Aceh Utara.

 

 

Tgk leupie

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Program Makan Bergizi Gratis Bukan Pengganti Kantin Sekolah Perlu Pengelolaan Khusus  
BERJIBAKU 5 JAM, TIM GABUNGAN PADAMKAN API DI LAHAN GAMBUT TALANG MUANDU
Percepat Penanganan, Reskrim Polres Selayar Gelar Perkara 9 Kasus Sekaligus, 8 Lanjut Sidik
Personel Polsek Bontosikuyu dan Pemadam Berhasil Cegah Kebakaran Lapangan Sepak Bola di Laiyolo
Kondisi Kator Kepsek, Ruang Guru Dan Ruang TU SMP Negeri 4 Darul Makmur Memprihatinkan
Ketua Umum Panglima Milenial Aceh Teuku Musliadi: SPPG Layak Dilanjutkan, BGN Diminta Perkuat Pengawasan
Kapolda Aceh Pimpin Sertijab Dua PJU dan Lima Kapolres Jajaran
Soroti Temuan BPK Lintas Tahun, Publik Pagar Alam Pertanyakan Komitmen Pengembalian Kerugian Negara

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 23:04 WIB

Program Makan Bergizi Gratis Bukan Pengganti Kantin Sekolah Perlu Pengelolaan Khusus  

Kamis, 10 September 2026 - 22:42 WIB

Program MBG lebih tepat dikelola oleh SPPG dibandingkan Kantin sekolah.

Kamis, 10 September 2026 - 22:22 WIB

BERJIBAKU 5 JAM, TIM GABUNGAN PADAMKAN API DI LAHAN GAMBUT TALANG MUANDU

Kamis, 10 September 2026 - 22:16 WIB

Percepat Penanganan, Reskrim Polres Selayar Gelar Perkara 9 Kasus Sekaligus, 8 Lanjut Sidik

Kamis, 10 September 2026 - 22:13 WIB

Personel Polsek Bontosikuyu dan Pemadam Berhasil Cegah Kebakaran Lapangan Sepak Bola di Laiyolo

Berita Terbaru