ACEH UTARA — Lingkaran polri.id
Nasib pilu masih dialami sejumlah warga Desa Lhok Merbo, Kecamatan Tanah Jambo Aye, Kabupaten Aceh Utara. Hingga kini, mereka yang terdampak musibah belum juga mendapatkan hunian sementara (huntara) sebagaimana yang diharapkan dalam proses pemulihan pascabencana.
Di tengah penantian yang tak pasti, warga terpaksa bertahan di gubuk-gubuk seadanya yang dibangun dari material bekas. Kondisi ini jauh dari kata layak, baik dari segi kenyamanan maupun keselamatan.
“Sudah lama kami menunggu, tapi sampai sekarang belum ada huntara. Terpaksa tinggal di gubuk seperti ini bersama anak-anak,” tutur Nur Azizah, Senin (27/4/2026).
Gubuk yang mereka tempati hanya beratapkan seng bekas yang mudah bocor, berdinding kayu rapuh, serta berlantai tanah. Saat hujan turun, air kerap masuk ke dalam, membuat aktivitas keluarga terganggu. Sementara saat siang hari, panas terik menyengat, dan malam hari terasa dingin menusuk.
Kondisi tersebut memunculkan keprihatinan, mengingat pemulihan pascabencana seharusnya mampu memberikan rasa aman dan tempat tinggal sementara yang layak bagi warga terdampak.
Tidak hanya soal kenyamanan, ketiadaan huntara juga berdampak serius terhadap kesehatan dan keselamatan warga, terutama anak-anak dan lansia yang rentan terhadap perubahan cuaca ekstrem dan lingkungan yang tidak higienis.
Warga berharap pemerintah dan pihak terkait segera mengambil langkah konkret agar mereka tidak terus hidup dalam kondisi memprihatinkan. Di tengah berbagai janji pemulihan, masyarakat kini menanti bukti nyata, bukan sekadar harapan.
Leupi







