Istana Sayap Pelalawan Memprihatinkan, Publik Soroti Pemeliharaan Disparpora

Selasa, 14 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PELALAWAN – Lingkaranpolri.id
Kondisi Istana Sayap, ikon sejarah Kesultanan Pelalawan sekaligus aset wisata budaya milik Pemerintah Kabupaten Pelalawan, menuai sorotan publik. Bangunan bersejarah yang menjadi salah satu simbol kebanggaan daerah itu kini terlihat mengalami berbagai kerusakan dan dinilai kurang mendapat perawatan.

Pantauan di lokasi menunjukkan sejumlah fasilitas mengalami penurunan kondisi. Gapura masuk tampak kusam, beberapa anak tangga mengalami kerusakan, cat bangunan memudar, halaman ditumbuhi gulma, sementara drainase dan parit beton di sekitar kawasan terlihat rusak. Di area istana, meriam peninggalan sejarah juga tampak mulai berkarat tanpa terlihat adanya upaya konservasi.

Selain itu, kawasan wisata tersebut tampak sepi dari aktivitas pengelolaan. Tidak terlihat petugas yang berjaga maupun layanan bagi pengunjung. Bagian dalam bangunan istana juga tertutup sehingga kondisi koleksi dan interior tidak dapat dipantau.

Di kawasan tepian Sungai Kampar, dermaga kayu yang sebelumnya menjadi salah satu daya tarik wisata terlihat lapuk dan mengalami kerusakan. Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan masyarakat mengenai upaya pemeliharaan terhadap salah satu aset wisata sejarah terpenting di Kabupaten Pelalawan.

Sorotan kemudian mengarah kepada Dinas Pariwisata Pemudaan dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Pelalawan sebagai organisasi perangkat daerah yang membidangi sektor pariwisata, termasuk pengelolaan objek wisata daerah.

Sejumlah warga menilai, apabila pemeliharaan dilakukan secara rutin dan terencana, kerusakan yang terjadi saat ini dapat diminimalkan.

“Kalau aset sejarah seperti Istana Sayap saja tidak mampu dirawat dengan baik, lalu bagaimana daerah ini ingin membangun sektor pariwisata berbasis budaya? Warisan sejarah bukan hanya untuk dipamerkan saat ada tamu, tetapi harus dijaga setiap waktu,” ujar Juni, salah seorang pengunjung.

Ia menambahkan, membiarkan bangunan bersejarah terus mengalami kerusakan sama saja dengan mengikis identitas Kabupaten Pelalawan.

“Kehilangan warisan budaya bukan sekadar kehilangan bangunan, tetapi kehilangan jejak sejarah yang menjadi kebanggaan masyarakat,” tambahnya.

Masyarakat juga mempertanyakan efektivitas program pemeliharaan aset wisata yang selama ini dijalankan. Di antaranya mengenai keberadaan program perawatan berkala, besaran anggaran yang dialokasikan setiap tahun, serta realisasi pemeliharaan terhadap Istana Sayap sebagai cagar budaya daerah.

Untuk memperoleh konfirmasi, media ini telah berupaya meminta tanggapan Kepala Dinas Pariwisata pemuda dan olahraga Kabupaten Pelalawan terkait kondisi tersebut. Namun hingga berita ini diterbitkan, yang bersangkutan belum berhasil ditemui karena sedang berada di luar kantor.

“Pak Kadis sedang ada kegiatan di luar,” ujar salah seorang pegawai Disparpora.

Media ini tetap membuka ruang hak jawab dan klarifikasi dari Kepala Disparpora maupun Pemerintah Kabupaten Pelalawan apabila ingin memberikan penjelasan atau informasi tambahan terkait kondisi serta program pemeliharaan Istana Sayap.

Kondisi Istana Sayap dinilai menjadi perhatian bersama mengingat bangunan tersebut merupakan bagian penting dari warisan sejarah Kesultanan Pelalawan sekaligus aset daerah yang memiliki nilai budaya dan potensi wisata.

Publik berharap pemerintah segera mengambil langkah nyata melalui rehabilitasi bangunan, konservasi benda-benda bersejarah, penataan kawasan, serta pengelolaan yang lebih optimal agar Istana Sayap kembali menjadi destinasi wisata budaya yang layak dikunjungi dan tetap terjaga bagi generasi mendatang.

Tim LP

Facebook Comments Box

Berita Terkait

SUARA PERS, SUARA RAKYAT Ketua Umum PJI Hartanto Boechori: “Jawab Ketakutan dengan Pembatasan Pintar!” 
Gelora Kemerdekaan Tak Padam: Dusun Tanggungan Tampil Spektakuler dalam Gebyar Karnaval Desa Balongrejo
Usai Antar Penumpang ke Nganjuk, Driver Taksi Online Diduga Bawa Kabur Perhiasan
Bocah 2 Tahun Diduga Jadi Korban Kekerasan Seksual, Terduga Pelaku Diamankan Polisi
LEWATI BATAS ADAT! Desakan Sanksi Adat untuk Polda Sitanggang Menggema di Riau
Jaringan Pil Dobel L Dibongkar, Dua Pengedar Diamankan di Nganjuk dan Bojonegoro
Beda Perlakuan Kasus Kuansing: Saat Pengeroyokan Berdarah Diabaikan, Kasus Medsos Dikejar hingga Samosir
Kurang Dua Jam, Polres Nganjuk Amankan Pria yang Diduga Terlibat Kasus Kekerasan Seksual terhadap Anak

Berita Terkait

Minggu, 6 September 2026 - 22:23 WIB

SUARA PERS, SUARA RAKYAT Ketua Umum PJI Hartanto Boechori: “Jawab Ketakutan dengan Pembatasan Pintar!” 

Minggu, 6 September 2026 - 22:01 WIB

Gelora Kemerdekaan Tak Padam: Dusun Tanggungan Tampil Spektakuler dalam Gebyar Karnaval Desa Balongrejo

Minggu, 6 September 2026 - 21:51 WIB

Usai Antar Penumpang ke Nganjuk, Driver Taksi Online Diduga Bawa Kabur Perhiasan

Minggu, 6 September 2026 - 21:46 WIB

Bocah 2 Tahun Diduga Jadi Korban Kekerasan Seksual, Terduga Pelaku Diamankan Polisi

Sabtu, 5 September 2026 - 09:31 WIB

LEWATI BATAS ADAT! Desakan Sanksi Adat untuk Polda Sitanggang Menggema di Riau

Berita Terbaru