Sangihe, Lingkaran polri.id – Grand Final Ungke Momo Sangihe 2026 yang dilaksanakan pada Jumat, 21 Agustus 2026, bertempat di Auditorium Tarengkeng, Politeknik Negeri Nusa Utara, seharusnya menjadi momentum yang membanggakan bagi masyarakat Sangihe, khususnya bagi generasi muda yang berani tampil dan membawa nama daerah.
Namun, adanya insiden dalam pelaksanaan kegiatan tersebut menjadi perhatian serius.
Sutra Siby menegaskan bahwa panitia penyelenggara harus bertanggung jawab dan memberikan klarifikasi secara terbuka, objektif, dan profesional terkait insiden yang terjadi.
Profesionalisme seluruh pihak yang terlibat dalam kegiatan seperti ini sangat penting, termasuk peran Master of Ceremony (MC). MC bukan hanya bertugas memandu jalannya acara, tetapi juga harus mampu menjaga suasana, menghormati peserta, serta memastikan kegiatan berlangsung dengan baik dan bermartabat.
Ketidakprofesionalan dalam menjalankan tugas dapat mengganggu jalannya kegiatan, bahkan berpotensi memberikan dampak terhadap mental dan kepercayaan diri peserta.
Pemilihan Ungke Momo Sangihe seharusnya menjadi wadah untuk mengembangkan potensi, karakter, wawasan, kepercayaan diri, serta kecintaan generasi muda terhadap daerahnya. Jangan sampai sebuah ajang yang seharusnya memberikan pengalaman positif justru meninggalkan kekecewaan bagi para peserta.
Persoalan ini tidak boleh dibiarkan berlalu tanpa klarifikasi. Panitia harus menjelaskan kepada publik apa yang sebenarnya terjadi serta melakukan evaluasi agar kejadian serupa tidak terulang pada pelaksanaan di tahun-tahun mendatang.
Kepercayaan anak-anak muda Sangihe terhadap kegiatan ini harus dijaga. Jika tidak ada keterbukaan dan pertanggungjawaban, bukan tidak mungkin akan muncul rasa kecewa dan ketidakpercayaan terhadap penyelenggaraan Pemilihan Ungke Momo Sangihe di masa yang akan datang.
Pemilihan Ungke Momo Sangihe menjadi ajang yang profesional, bermartabat, transparan, serta memberikan ruang yang aman dan positif bagi generasi muda untuk berkembang.
Panitia harus bertanggung jawab. Panitia harus memberikan klarifikasi. Dan panitia harus melakukan evaluasi.
Karena yang kita perjuangkan bukan hanya suksesnya sebuah acara, tetapi juga harga diri peserta, kepercayaan masyarakat, dan masa depan generasi muda Sangihe.
— Sutra Siby








