Diduga Tutupi Penggunaan Dana BOS, Ketua Umum BIPPHUM INDONESIA Menyebut Hampir Seluruh Sekolah di Polman Tak Pasang Papan RKAS

Kamis, 3 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Polman.LingkaranPolri.id- Hampir seluruh sekolah jenjang SD dan SMP di Kabupaten Polewali Mandar, Provinsi Sulawesi Barat, diduga melanggar aturan transparansi Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

Pasalnya, dari hasil pemantauan dan survei lapangan oleh Badan Independen Pendampingan dan Perlindungan Hukum Masyarakat Indonesia (BIPPHUM Indonesia) tahun 2026, hampir tidak ditemukan sekolah yang memasang Papan Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah atau RKAS di lingkungan sekolah.(1/09/2026)

Tujuan pemasangan papan RKAS adalah sebagai bentuk keterbukaan informasi penggunaan dana negara kepada orang tua murid, komite sekolah, dan masyarakat.

Menurut ketua umum BIPPHUM INDONESIA Nurhanuddin,SH bahwa dari hasil pemantauan tim kami di lapangan yang melakukan kunjungan di sejumlah sekolah, hampir semua sekolah di kabupaten polewali mandar yang kami datangi tidak memasang papan RKAS bahkan ada yang pasang namun papannya sudah lusuh dan semua isinya nihil atau kosong.

tidak dipasangnya papan RKAS menimbulkan kecurigaan publik karna dana BOS sekolah itu adalah dana rakyat, setiap sekolah terima hingga ratusan juta rupiah pertahunnya, Kalau tidak dipasang papannya, terus masyarakat mau lihat kemana? Ini berpotensi menutup akses informasi dan rawan penyelewengan. “Tegasnya”

Tentunya hal ini melanggar aturan dan Permendikbudristek No. 63 Tahun 2022.
Dalam Juknis BOS 2026, sekolah wajib mengumumkan RKAS dan realisasinya setiap triwulan. Sanksinya bisa berupa penundaan penyaluran dana BOS tahap berikutnya oleh Dinas Pendidikan.

Kami mendesak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Polewali Mandar untuk segera menindak tegas dan turun cek. Agar memberikan teguran tertulis dan sanksi. Jangan sampai dana BOS jadi bancakan karena tidak adanya pengawasan. “Ungkap Nurhanuddin”

Menurut salah seorang wali murid yang enggan di sebut namanya mengaku tidak pernah tahu rincian penggunaan dana BOS di sekolah anaknya.
“Yang penting anak saya sekolah. Soal uang BOS dipakai apa, kami tidak pernah dikasih tahu. Papannya juga tidak ada,” ujarnya.

Hingga berita ini terbit, konfirmasi ke Kepala Dinas Pendidikan Polman belum mendapat jawaban.( Tim.LP/UH

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Warga Dusun Setia Budi Kembali Tegaskan Keinginan Pisah dari Desa Induk, Dek Gam: Kami Ingin Berdiri di Kaki Sendiri
Ucapan di TikTok, Fenny Frans Dilaporkan ke Polda Sulsel Atas Dugaan Pencemaran Nama Baik
Anggaran Layanan Perkantoran BPS Empat Lawang Tembus Rp3,5 M, Kepala BPS Bungkam
Wabup Nagan Raya Raja Sayang Serahkan Bantuan Masa Panik kepada warga Korban Kebakaran, Dusun Pante rawa desa Lueng Keube Jagat
Kapolda Sulsel Rangkul Forkopimda, Kementerian, Lembaga, dan Perguruan Tinggi, Satukan Langkah Jaga Kamtibmas
Polres Langkat Gandeng Disnaker, Program Poliran Buka Peluang Kerja bagi Masyarakat
Rumah Nur Cahaya (73) di Desa Lueng Keube Jagat Ludes Terbakar, Warga Harapkan Mobil Damkar Khusus Tripa Makmur
M. Khalis Anggota DPRK Komisi A dari Partai SIRA Salurkan Bantuan Sembako kepada Korban Kebakaran di Lueng Keube Jagat

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 07:33 WIB

Warga Dusun Setia Budi Kembali Tegaskan Keinginan Pisah dari Desa Induk, Dek Gam: Kami Ingin Berdiri di Kaki Sendiri

Jumat, 23 Oktober 2026 - 06:15 WIB

Ucapan di TikTok, Fenny Frans Dilaporkan ke Polda Sulsel Atas Dugaan Pencemaran Nama Baik

Jumat, 23 Oktober 2026 - 05:56 WIB

Anggaran Layanan Perkantoran BPS Empat Lawang Tembus Rp3,5 M, Kepala BPS Bungkam

Kamis, 22 Oktober 2026 - 20:23 WIB

Kapolda Sulsel Rangkul Forkopimda, Kementerian, Lembaga, dan Perguruan Tinggi, Satukan Langkah Jaga Kamtibmas

Kamis, 22 Oktober 2026 - 19:38 WIB

Polres Langkat Gandeng Disnaker, Program Poliran Buka Peluang Kerja bagi Masyarakat

Berita Terbaru