lingkaranpolri.id
Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah Rantau Rasau Sumardi menyelenggarakan kegiatan Pengajian Umum dan Maulid Nabi Muhammad swt sebagai momentum untuk kembali menghidupkan keteladanan Rasulullah saw dalam kehidupan pribadi, bermasyarakat, dan membangun peradaban.
Ikut Hadir Camat Rantau Rasau ,
ARIE MULIYONO, S.Kom , Dan Kapolsek Rantau Rasau IPTU SUMITRA ,SE , beserta Kanit Intel AIPTU ,Muhamad Nur , dan (BKTM) Babin kantbmas Bripka Bayu Ramadhan , Kepala Desa Rantau Rasau Satu , Deni Permana, SE
Kegiatan yang berlangsung di Masjid, AL HIKMAH Rantau Rasau, tersebut mengangkat tema “Meneladani Nabi Muhammad, Mencerahkan Kehidupan, Memajukan
Peradaban.” Tema ini menegaskan bahwa
peringatan Maulid Nabi merupakan ekspresi kecintaan kepada Rasulullah sekaligus wujud ikhtiar nyata melalui sikap, akhlak, amal, dan kontribusi nyata bagi kehidupan umat dan masyarakat—dalam ittiba’ beliau.
Pengajian menghadirkan Drh , ASHARI ADAM, MSI , sebagai penceramah. Kehadiran jamaah dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari ikhtiar untuk memperkuat semangat keislaman sekaligus menjadikan masjid sebagai pusat pembinaan umat, pencerahan kehidupan, dan penguatan persaudaraan.
Menjadikan Nabi sebagai Teladan Kehidupan
Keteladanan Nabi Muhammad merupakan sumber inspirasi yang relevan untuk menjawab berbagai persoalan kehidupan moderen. Rasulullah dikenal sebagai pemimpin umat dan juga sebagai pribadi yang memiliki kejujuran, amanah, kasih sayang, keberanian, kesabaran, dan kepedulian sosial.
Dari Maulid Menuju Gerakan Pencerahan
Drh AZHARI ADAM, MSI , Menjelaskan Maulid Nabi di Mesjid Muhammadiyah ini juga dapat menjadi pengingat bahwa umat Islam memiliki tanggung jawab untuk menghadirkan Islam sebagai kekuatan yang mencerahkan. Semangat mencerahkan kehidupan berarti menghadirkan ilmu, akhlak, kepedulian, keadilan, dan kemanfaatan di tengah masyarakat.
Rasulullah telah memberikan contoh bagaimana masyarakat dibangun melalui pendidikan, persaudaraan, keadilan, kepedulian kepada kelompok lemah, serta penghargaan terhadap ilmu pengetahuan. Karena itu, meneladani Nabi berarti menghadirkan nilai-nilai tersebut dalam konteks kehidupan masa kini.
Tema “Memajukan Peradaban” memberikan isyarat penting bahwa kemajuan umat tidak cukup diukur melalui pembangunan fisik dan penguasaan teknologi. Peradaban yang kokoh membutuhkan manusia yang berilmu sekaligus berakhlak.
Keteladanan Nabi Muhammad menunjukkan bahwa ilmu, iman, akhlak, kepemimpinan, dan kepedulian sosial harus berjalan bersama. Masyarakat yang maju adalah masyarakat yang mampu mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi tanpa kehilangan nilai kemanusiaan dan ketakwaan.
Maulid sebagai Momentum Perubahan
Maulid Nabi Muhammad sering dimaknai sebagai mengenang perjalanan hidup Rasulullah. Harusnya lebih dari itu, Maulid Nabi disetting sebagai momentum untuk bertanya kepada diri sendiri: sejauh mana kita telah menghadirkan akhlak Nabi dalam kehidupan sehari-hari?
Kecintaan kepada Rasulullah harus melahirkan perubahan nyata—menjadi pribadi yang lebih jujur, amanah, penyayang, disiplin, peduli, gemar menuntut ilmu, dan bermanfaat bagi sesama.
Dari semangat Maulid Nabi diharapkan terus bergema: meneladani Nabi dalam akhlak, mencerahkan kehidupan dengan ilmu dan amal, serta memajukan peradaban dengan nilai-nilai Islam.
( Syafril )








