Beras Jatah Orang Miskin Nyasar ke Garasi Orang Kaya, DTSEN Pelalawan Diduga Ngawur Total

Rabu, 16 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PELALAWAN – LINGKARAN POLRI.ID

Jatah beras 30 kilogram untuk warga miskin ekstrem justru mendarat di dapur warga ber-AC, pemilik kebun sawit dan mobil. Sementara janda tua dan buruh panen yang rumahnya berdinding papan kelaparan karena dicap “orang mampu” oleh negara. Itulah potret telanjang carut-marutnya Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) di Kabupaten Pelalawan.

Fakta memalukan ini terkuak dalam penyaluran bantuan pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas) rapelan Juli-September di Kecamatan Pangkalan Kerinci. Awak media menemukan penerima bansos yang secara sistem tercatat berada di desil 6 – kategori yang secara aturan haram menerima bantuan. Padahal, Bapanas hanya untuk desil 1 hingga 5, yakni warga miskin dan rentan miskin.

Artinya, sistem negara sendiri yang meloloskan orang mampu sebagai penerima.

Di sisi lain, keadilan justru dilukai. Warga Desa Makmur, Kecamatan Pangkalan Kerinci yang hanya mengandalkan suami buruh serabutan dan dirinya sebagai Asisten Rumah Tangga (ART) harus gigit jari. Ia terlempar ke desil 6 ke atas.

Bagaimana lagi, mungkin belum rezeki,” ucapnya pasrah.

Jeritan serupa datang dari Sorek Satu, Pangkalan Kuras. Dua janda bernama samaran Mawar dan Melati mengaku sudah kapok menjadi objek pendataan.

“Kapok saya dimintai data terus. Tapi ngga apa-apa saya ikhlas. Tapi dikasihkanlah sama orang yang butuh. Bukan sama orang-orang kaya,” tegasnya lewat telepon.

Mengapa bisa separah ini? Diduga kuat, DTSEN yang merupakan hasil kawin paksa data DTKS, Regsosek, dan P3KE hanya dikerjakan di atas meja. Tanpa cek lapangan. Tanpa melihat langsung siapa yang lapar dan siapa yang kenyang. Hasilnya, pemeringkatan desil jadi ajang lotre yang ngawur.

Ironisnya, saat dimintai konfirmasi soal mekanisme amburadul ini, Kepala Desa Makmur, Suwardi, justru angkat tangan.

“Telpon saja dia, tak paham saya menjelaskannya,” jawabnya singkat.

Hingga Rabu (16/09/2026) malam, Dinas Sosial dan Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Pelalawan kompak bungkam. Tak ada klarifikasi, tak ada solusi.

Jika pembiaran ini terus terjadi, yang meledak bukan hanya perut kosong warga miskin, tapi juga bom kecemburuan sosial.

Facebook Comments Box

Editor : Zurwanto

Sumber Berita : PW.FRN

Berita Terkait

Polres Bantaaeng Gelar Press Release Terkait Pengungkapan Kasus Pencurian
Polres Bantaeng Gelar Press Releaase Tekait Pengungkapan Kasus Pembunuhan di BTN Nelayan
Tragedi Hilangnya Beras Bantuan Didesa Mekar Baru Diduga Terindikasi Konspirasi Minta APH Lebih Koperatif Mencari Pelakunya Dan Usut Tuntas
Soal Bansos Salah Sasaran, Dinsos Pelalawan Instruksikan Desa Update Data Warga
Tak Ingin Generasi Muda Kehilangan Peran, Wabup Husni Tamrin Dorong Regenerasi Imam dan Khatib di Pelalawan
Sholawat Qosidah Burdah ke-34 Digelar di Syeh padang Malangsari Nganjuk, Jamaah Larut dalam Maulid Nabi nganjuk 2026
Dua Kasus Berbeda Dibongkar, Polres Nganjuk Amankan Enam Orang dan Sita Pil LL serta Sabu
Kapolres Binjai Tegaskan Komitmen Berantas 3C, Satreskrim Tangkap Pelaku Curat*

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 19:35 WIB

Polres Bantaaeng Gelar Press Release Terkait Pengungkapan Kasus Pencurian

Kamis, 17 September 2026 - 19:32 WIB

Polres Bantaeng Gelar Press Releaase Tekait Pengungkapan Kasus Pembunuhan di BTN Nelayan

Kamis, 17 September 2026 - 15:44 WIB

Tragedi Hilangnya Beras Bantuan Didesa Mekar Baru Diduga Terindikasi Konspirasi Minta APH Lebih Koperatif Mencari Pelakunya Dan Usut Tuntas

Kamis, 17 September 2026 - 11:04 WIB

Soal Bansos Salah Sasaran, Dinsos Pelalawan Instruksikan Desa Update Data Warga

Rabu, 16 September 2026 - 20:09 WIB

Beras Jatah Orang Miskin Nyasar ke Garasi Orang Kaya, DTSEN Pelalawan Diduga Ngawur Total

Berita Terbaru