ACEH UTARA — Lingkaran polri.id
Di tengah pembangunan yang terus bergerak dan berbagai program pemerintah yang silih berganti, masih ada kisah kehidupan warga di pelosok yang mengundang keprihatinan. Jumat 18 September 2026.
Di Gampong Cotdah, Dusun Cot Panyang, Kecamatan Tanah Luas, Kabupaten Aceh Utara, sepasang suami istri lanjut usia, M. Gade dan istrinya, masih bertahan menjalani hari-hari di sebuah rumah dengan kondisi yang sangat memprihatinkan.
Rumah yang seharusnya menjadi tempat berlindung di penghujung usia justru berada dalam kondisi yang jauh dari kata layak.
Kondisi pasangan lansia tersebut menjadi perhatian setelah sebuah video yang memperlihatkan keadaan mereka beredar di media sosial. Dalam rekaman itu, terlihat kehidupan dua orang yang telah memasuki usia senja, sekaligus kondisi tempat tinggal mereka yang mengundang rasa iba.
Informasi mengenai kondisi M. Gade dan istrinya diterima dari Komunitas Perantau Kecamatan Tanah Luas di Malaysia melalui Zubir Almas bersama rekan-rekannya. Informasi tersebut menyebutkan pasangan lansia itu berdomisili di Gampong Cotdah, Dusun Cot Panyang.
Informasi tersebut kemudian dikonfirmasi kepada aparatur Gampong Cotdah. Geuchik Marzuki membenarkan bahwa pihak gampong telah mengetahui kondisi rumah yang ditempati pasangan lansia tersebut.
Menurut pihak gampong, sejumlah upaya telah dilakukan dengan mengajukan bantuan serta menyampaikan kondisi rumah tersebut kepada pihak-pihak terkait. Namun, hingga kini bantuan yang diharapkan belum juga terealisasi.
Kondisi tersebut tentu menjadi perhatian, terlebih bagi pasangan yang sudah lanjut usia dan tidak lagi memiliki banyak pilihan untuk memperbaiki keadaan secara mandiri.
Bagi sebagian orang, rumah sederhana mungkin hanya dipandang sebagai keterbatasan. Namun bagi pasangan lansia, rumah yang tidak layak dapat menjadi persoalan besar karena setiap hari mereka harus menghadapi kondisi tempat tinggal yang seharusnya memberikan rasa aman.
Mereka bukan sedang mengejar kemewahan, Yang dibutuhkan hanyalah tempat tinggal yang aman dan layak untuk berteduh, terutama di usia senja ketika tenaga dan kemampuan semakin terbatas.
Kisah M. Gade dan istrinya juga menjadi gambaran bahwa di tengah berbagai program pembangunan, masih ada warga di pelosok yang membutuhkan perhatian dan pendampingan.
Mereka mungkin tidak datang mengetuk pintu kantor dengan suara keras. Mereka hanya menjalani kehidupan dalam kesederhanaan, sembari berharap ada pihak yang melihat kondisi mereka dan memberikan jalan keluar.
Sebab usia tidak pernah berhenti berjalan. Hari demi hari berlalu. Masa tua terus datang. Sementara rumah yang menjadi tempat mereka berteduh masih berada dalam kondisi yang memprihatinkan.
Karena itu, kondisi M. Gade dan istrinya diharapkan dapat menjadi perhatian pemerintah daerah, pemerintah gampong, maupun pihak terkait lainnya.
Bukan untuk memberikan kemewahan, melainkan memastikan bahwa dua warga lanjut usia tersebut dapat menjalani sisa usia dengan tempat tinggal yang lebih aman, layak dan manusiawi.
Jangan sampai perhatian datang ketika rumah yang selama ini menjadi tempat mereka bertahan sudah tidak mampu lagi memberikan perlindungan.
Di usia senja, mungkin yang mereka harapkan bukan banyak. Hanya sebuah rumah yang aman untuk berteduh dan sebuah kepedulian yang membuat mereka merasa tidak sendirian.
Tgk leupi








