Suka Makmue- Lingkaran Polri. Id” Banjir kembali melanda sejumlah wilayah di . Hujan dengan intensitas tinggi tidak hanya menyebabkan genangan air, tetapi juga memicu longsor di sejumlah titik yang mengganggu aktivitas dan mengancam keselamatan masyarakat” Rabu 16 September 2026
Dalam kejadian tersebut, sebuah mobil kabin dilaporkan masuk ke dalam parit akibat kondisi jalan yang terdampak banjir. Peristiwa ini menambah kekhawatiran warga, terutama pengguna jalan yang harus melintasi kawasan rawan banjir dan longsor.
Kondisi tersebut menjadi perhatian serius masyarakat. Banjir dan longsor yang kembali terjadi dinilai membutuhkan penanganan yang tidak sekadar bersifat sementara, tetapi juga solusi jangka panjang untuk mengurangi risiko bencana yang terus berulang.
Masyarakat berharap pemerintah pusat tidak hanya melihat persoalan ini sebagai bencana musiman, tetapi memberikan perhatian nyata terhadap kondisi infrastruktur dan penanganan kawasan rawan bencana di Aceh Selatan.
Warga berharap pemerintah pusat bersama pemerintah daerah segera melakukan pemetaan titik rawan, memperbaiki saluran dan badan jalan yang terdampak, memperkuat tebing di kawasan rawan longsor, serta memastikan jalur transportasi masyarakat tetap aman.
“Harapan kami pemerintah benar-benar turun tangan. Jangan sampai setiap banjir dan longsor masyarakat kembali menjadi korban. Yang dibutuhkan bukan hanya bantuan setelah bencana, tetapi juga pencegahan dan pembangunan yang mampu mengurangi risiko ke depan,” menjadi harapan masyarakat.
Masyarakat juga meminta instansi terkait meningkatkan kesiapsiagaan, terutama ketika curah hujan tinggi, serta memberikan informasi dan peringatan dini kepada warga yang tinggal maupun melintas di kawasan rawan.
Bencana kembali menjadi pengingat bahwa keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas. Pemerintah pusat dan daerah diharapkan hadir dengan langkah konkret agar persoalan banjir dan longsor di wilayah Tapaktuan tidak terus berulang tanpa penyelesaian yang menyeluruh.
Editor : Ainon
Hak Cipta








