Nganjuk—lingkaranpolri.id
Nganjuk, 16 Mei 2026 Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto hadir di Nganjuk meresmikan museum Marsinah yang dibangun di Desa Nglundo, Kec. sukomoro.
Sebelumnya tanggal 14 Mei 2026, Panglima TNI, Ketua Fraksi Komisi IV DPR RI, Menteri Pertanian, Panglima Komando AL Daerah Wilayah V, dan pejabat negara lainnya hadir di Nganjuk meninjau Panen Raya Kedelai di Desa Ngudikan Kecamatan Wilangan seluas 400 Hektar.
Nama Kab. Nganjuk membahana melesat di bawah pimpinan kepala Pemerintahan DR. Drs. Marhaen Djumadi AMd; SE.; SH.; MM.; MBA anatara lain terpilih sebagai daerah salah satu lumbung pangan dalam program ketahanan Nasional, berhasil dalam menggalakkan tanam kedelai untuk mengurangi impor.
Presiden meresmikan Museum Marsinah disambut oleh pemerintah dan masyarakat Kab. Nganjuk yang mengibarkan bendera merah putih kecil di sepanjang jalan berteriak selamat datang pak Prabowo, disepanjang jalan yang dilalui oleh iring – iringan Mobil Presiden dan Mobil Para Pejabat yang berada beriringan di belakangnya.
Marsinah adalah sosok pahlawan buruh Nasional berasal dari pelataran Anjuk Ladang punya makna Tanah Kemenangan yang saat ini bernama Kab.Nganjuk.
Betapa membanggakan masyarakat dan Pemerintah Kab. Nganjuk dalam momen bersejarah Presiden RI, meresmikan museum Marsinah dalam suasana menyongsong peringatan hari Kebangkitan Nasional.
Presiden Prabowo setiba di Museum Marsinah langsung meninjau sejumlah ruangan museum, melihat barang barang peninggalan dan foto-foto perjalanan hidup Marsinah, kamar dulu ditempatinya dan sepeda tua yang dahulu digunakannya.
Presiden kadang berhenti memperhatikan detail kisah perjuangan Marsinah yang tertulis.
Dalam sambutannya, Presiden menyampaikan rasa takjub berdirinya museum tersebut.
Presiden menyampaikan “kita dapat berkumpul pada pagi hari ini di Kabupaten Nganjuk, untuk melaksanakan peresmian sebuah museum dari didedikasikan untuk mengingat perjuangan buruh,” ungkapnya.
Presiden juga menyampaikan “Ini saya kira mungkin peristiwa langka, luar biasa. Mungkin di seluruh dunia baru sekarang ada museum buruh. Tetapi tolong dicek, mungkin pasti ada, tetapi peristiwa ini langka,” ujarnya.
Lebih jauh, Presiden menegaskan, “perjuangan tersebut adalah lambang perjuangan semua mereka-mereka yang berada di pihak yang lemah, orang-orang miskin, orang-orang yang tak punya kekuasaan, orang-orang yang tak punya kekuatan,” tegasnya.
Peresmian museum turut dihadiri Marsini, kakak kandung Marsinah, Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea, Kapolri Listyo Sigit Prabowo, Panglima TNI Agus Subiyanto, sejumlah menteri, hingga Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi.
Bupati Nganjuk, DR. Drs. Marhaen Djumadi AMd.; SH.; MM.; MBA. menyampaikan, “hari ini Nganjuk tidak hanya menjadi saksi sejarah, tetapi juga menjaga sejarah itu agar tetap hidup. Museum Ibu Marsinah menjadi pengingat bagi generasi muda bahwa perjuangan, keberanian, dan keberpihakan kepada rakyat kecil tidak boleh dilupakan,” ujar Kang Marhaen.
Bupati juga menyampaikan “Semoga tempat ini menjadi ruang belajar bagi anak-anak muda tentang arti perjuangan dan keberanian membela kebenaran,” tambahnya.
Pernyataan Ketua DPC Persatuan Jurnalis Indonesia ( PJI) Kab. Nganjuk,
“Kedatangan Bapak Presiden ke Kab. Nganjuk adalah suatu apresiasi Negara pada tokoh pahlawan buruh Nasional dari Nganjuk dan Peran Pemerintahan Kab. Nganjuk khususnya sebagai fasilitator terselenggaranya peresmian Museum tersebut,
” Ungkap Impi Yusnandar S.Sos. SH. MH. M.AP. MM. Ketua DPC Kab. Nganjuk.
Tambahnya, “Apresiasi Negara pada Kab. Nganjuk antara lain salah satunya berhasil melakukan panen raya kedelai untuk mengurangi impor dan menjadi fasilitator terbangunnya Museum Marsinah yang ditetapkan menjadi Pahlawan Buruh Nasional,” jelas impi.
Selanjutnya impi menyampaikan “hari ini dibulan Mei suasana menyongsong peringatan Hari Kebangkitan Nasional yang tokohnya adalah Dr. Soetomo juga berasal dari Nganjuk. Momentum tersebut harusnya menyemangati berkarya lebih patriotik dengan mengedepankan kepentingan bangsa dan negara dalam mengelolah pemerintahan. Kab. Nganjuk dan patut disyukuri dengan mrngatualisikan lebih fokus kerja keras, semangat meningkatkan pembangunan untuk mensejahterakan kehidupan masyarakat,” kata Impi.
Sebagai informasi, Marsinah dianugerahi gelar Pahlawan Nasional pada 10 November 2025 berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 116/TK Tahun 2025.
Tarmadi kohtier







