Pangkalan Kerinci–Lingkaran Polri.Id
Saat banyak pejabat sibuk seremoni, Wakil Bupati Pelalawan Husni Tamrin pilih turun ke ranah paling sunyi tapi paling pasti: urusan jenazah. Rabu 10/6/2026, dari kediamannya, ia menggelar Pelatihan Penyelenggaraan Jenazah gelombang pertama untuk 25 masjid se-Kecamatan Pangkalan Kerinci. Dana pribadi, niat sosial.
100 peserta hadir. Setiap masjid mengirim 4 kader: 2 laki-laki, 2 perempuan. Tujuannya satu: tiap masjid punya “tim siaga fardu kifayah” yang paham syariat, bukan cuma modal niat.
Penyelenggaraan jenazah itu fardu kifayah. Kalau ada yang ngerti, gugur kewajiban semua. Kalau nggak ada, dosanya nular ke kampung.
Ketua panitia Muhamad Rais blak-blakan: pelatihan ini lahir dari keresahan lapangan.
“Masyarakat butuh tenaga yang paham tata cara memandikan, mengkafani, menyolatkan, sampai menguburkan sesuai tuntunan. Nggak bisa asal. Ini amanah terakhir untuk sesama Muslim,” ujarnya.
Makanya materinya nggak cuma ceramah. Peserta laki-laki praktik memandikan jenazah laki-laki. Peserta perempuan praktik untuk jenazah perempuan. Sesuai syariat, sesuai adab.
Pembukaan dimulai khidmat. Hj. Rokiyah dan Hj. Mulyani menyerahkan bingkisan simbolis ke perwakilan peserta. Isyarat sederhana: negara boleh punya program, tapi kepedulian dimulai dari rumah.
Husni Tamrin menegaskan ini baru langkah awal. “Ilmu ini pasti kepakai. Suatu saat kita semua akan di posisi itu. Harapan saya, tiap masjid punya kader yang siap ngabdi tanpa pamrih,” katanya.
Ambisi beliau lebih jauh: setelah jenazah, bakal ada pelatihan imam, khatib, dan garim masjid. Targetnya jelas: masjid nggak cuma megah bangunannya, tapi kaya isinya. Ada SDM yang mumpuni ngurus umat dari azan pertama sampai liang lahat terakhir.
4 gelombang pelatihan direncanakan. Kalau jalan semua, ratusan kader akan lahir di Pangkalan Kerinci. Mereka garda depan: yang datang pertama saat ada kabar duka, yang menenangkan keluarga, yang memastikan jenazah diurus dengan benar.
Peserta menyambut positif. Bagi mereka, ini bukan pelatihan biasa. Ini bekal akhirat + bekal melayani tetangga sendiri.
Program ini jadi tamparan halus: membangun umat nggak cukup cor beton dan cat masjid. Yang lebih mahal: mencetak manusia yang paham ilmu dan siap turun saat dibutuhkan.
Karena pada akhirnya, semua jabatan, proyek, dan pencitraan akan selesai di satu tempat: pemakaman. Dan Husni Tamrin mau memastikan, di Pelalawan, yang mengurusnya adalah orang-orang yang kompeten.
Data Singkat Pelatihan:
– Waktu: Rabu, 10 Juni 2026
– Lokasi: Kediaman Wakil Bupati Husni Tamrin, Pangkalan Kerinci
– Peserta: 100 orang dari 25 masjid, 4 orang/masjid
– Materi: Teori + praktik memandikan, mengkafani, menyolatkan, menguburkan
– Rencana: 4 gelombang total + pelatihan imam, khatib, garim berikutnya
Editor : Zurwanto







