ACEH UTARA — Lingkaran polri.id
Di tanah yang menyimpan jejak peradaban Islam pertama di Nusantara, tepat di momen bersejarah peringatan 800 Tahun Kerajaan Samudera Pasai, Bupati Aceh Utara yang akrab disapa “Ayah Wa” turun langsung ke lokasi. Beliau memimpin dua kegiatan penuh makna sekaligus: rehabilitasi makam bersejarah dan aksi penghijauan, didampingi para Duta Lingkungan.
Kehadiran beliau di lokasi bukan sekadar memimpin upacara, melainkan merangkul langsung nilai luhur yang diwariskan leluhur. Rehabilitasi makam dilakukan dengan penuh rasa hormat — agar tempat peristirahatan para tokoh pendahulu tetap terjaga kemuliaannya, layak dikunjungi, dan menjadi pelajaran hidup bagi setiap generasi.
Di sela kegiatan, Bupati “Ayah Wa” menyampaikan pesan yang menyentuh:
“Merawat warisan leluhur berarti kita tidak melupakan siapa diri kita. Menanam pohon berarti kita menyiapkan masa depan yang sejuk dan sehat bagi anak cucu. Kita menghormati yang lalu, sekaligus bertanggung jawab untuk yang akan datang.”
Para Duta Lingkungan tampak antusias mendampingi Bupati, menanam bibit pohon satu per satu di kawasan situs. Keterlibatan mereka menjadi simbol bahwa generasi muda pun ikut memikul tanggung jawab — menjaga warisan budaya sekaligus menjaga kelestarian alam.
Kegiatan ini mengingatkan kita: kejayaan Samudera Pasai dahulu lahir dari keharmonisan antara iman, ilmu, dan kasih terhadap sesama serta alam. Hari ini, semangat itu kembali menyala — tangan pemimpin bersanding dengan tangan pemuda, merawat jejak masa lalu, sekaligus menanam kehidupan yang lebih hijau, lebih sejuk, dan lebih sejahtera untuk Aceh Utara tercinta.
Semoga langkah ini menjadi teladan dan berkah senantiasa menyertai langkah kita semua.
Tgk leupi








