Wartawan Dihalangi Bertemu Kepsek SMK Negeri 1 Pangkalan Kerinci, Sikap Sekuriti Disorot

Kamis, 6 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pelalawan – Riau | Lingkaranpolri.id
Proses konfirmasi wartawan ke Kepsek H. Nasril, S.Pd., M.Pd di SMK Negeri 1 Pangkalan Kerinci menjadi sorotan. Seorang wartawan mengaku dihalangi oleh sekuriti saat hendak menemui Kepala Sekolah setelah sebelumnya memperoleh respons melalui percakapan WhatsApp. Kamis (6/82026).

Berdasarkan percakapan yang diperlihatkan wartawan kepada petugas sekuriti bernama Danang, Kepala Sekolah menyampaikan bahwa dirinya sedang dinas luar dan menawarkan agar pertemuan dilakukan keesokan harinya.

Dalam percakapan tersebut tertulis pada hari Rabu 5 Agustus 2026. “Selamat pagi Pak Kepsek. Izin Pak Kepsek, jam 9 pagi ini saya mau jumpa dengan Pak Kepsek,” jelas Junius.

Kepala sekolah kemudian membalas. “Selamat pagi. Maaf hari ini saya dinas luar. Besok gimana?” jawabnya.

Percakapan itu kemudian diperlihatkan kepada petugas sekuriti bernama Danang sebagai bukti bahwa wartawan memang memiliki kepentingan untuk melakukan konfirmasi kepada kepala sekolah.

Sekuriti Dinilai Mengajukan Pertanyaan Berlebihan

Meski telah menunjukkan percakapan tersebut, wartawan mengaku tidak langsung diarahkan sesuai prosedur. Sebaliknya, petugas sekuriti disebut mengajukan berbagai pertanyaan mengenai tujuan kedatangan dan materi konfirmasi yang akan disampaikan.

Menurutnya, pertanyaan yang diajukan dinilai terlalu jauh hingga menyentuh substansi konfirmasi yang seharusnya menjadi kewenangan narasumber, yakni kepala sekolah.

“Sekuriti ini saya pikir melebihi kepala sekolah, saya dengan baik-baik sudah menunjukkan chat kepsek sebelumnya bahwa hari ini kami bertemu. Tapi sikap sekuriti sengaja menunjukkan skillnya mengintrogasi wartawan dan menanyakan detail konfirmasi saya yang seharusnya saya berkepentingan dengan kepsek,” jelas Junius.

Media ini menilai, petugas keamanan semestinya menjalankan fungsi pengamanan dan pelayanan tamu sesuai prosedur tanpa memasuki substansi pekerjaan jurnalistik maupun materi konfirmasi yang akan dilakukan kepada narasumber.

Menurutnya, apabila benar terdapat pembatasan akses yang tidak proporsional, hal tersebut mengahalangi wartawan dan menghambat proses konfirmasi yang merupakan bagian dari prinsip keberimbangan dalam pemberitaan.

Diminta pihak sekolah dapat melakukan evaluasi terhadap mekanisme pelayanan tamu, khususnya terhadap petugas yang bertugas di pintu masuk sekolah.

“Jika sekolah membiarkan hal seperti ini dan memelihara petugas yang tidak profesional di lingkungan sekolah patut diduga memiliki mental yang bukan kritis, tetapi tidak ada etika kepada masyarakat,” ucap Junius.

Hingga berita ini diterbitkan, belum terdapat keterangan resmi dari pihak sekolah terkait mekanisme penerimaan tamu maupun penjelasan mengenai tindakan petugas sekuriti saat wartawan datang untuk melakukan konfirmasi.

Jurnalis : Junius Zalukhu

Facebook Comments Box

Berita Terkait

LEWATI BATAS ADAT! Desakan Sanksi Adat untuk Polda Sitanggang Menggema di Riau
Jaringan Pil Dobel L Dibongkar, Dua Pengedar Diamankan di Nganjuk dan Bojonegoro
Beda Perlakuan Kasus Kuansing: Saat Pengeroyokan Berdarah Diabaikan, Kasus Medsos Dikejar hingga Samosir
Kurang Dua Jam, Polres Nganjuk Amankan Pria yang Diduga Terlibat Kasus Kekerasan Seksual terhadap Anak
Empat Proyek Jalan Bernilai Miliaran Disorot, AJAR Desak Kejari Pelalawan Tindaklanjuti Dugaan Penggelembungan Anggaran
Dugaan Limbah Hitam Pekat Mengalir ke Sungai Kerumutan, PKS PT Karya Panen Terus Diminta Diperiksa
Satu Jaringan Sabu dan Pil Dobel L Terbongkar, Tiga Orang Diamankan Polres Nganjuk

Berita Terkait

Sabtu, 5 September 2026 - 09:31 WIB

LEWATI BATAS ADAT! Desakan Sanksi Adat untuk Polda Sitanggang Menggema di Riau

Jumat, 4 September 2026 - 21:16 WIB

Jaringan Pil Dobel L Dibongkar, Dua Pengedar Diamankan di Nganjuk dan Bojonegoro

Jumat, 4 September 2026 - 18:31 WIB

Beda Perlakuan Kasus Kuansing: Saat Pengeroyokan Berdarah Diabaikan, Kasus Medsos Dikejar hingga Samosir

Jumat, 4 September 2026 - 15:42 WIB

Kurang Dua Jam, Polres Nganjuk Amankan Pria yang Diduga Terlibat Kasus Kekerasan Seksual terhadap Anak

Jumat, 4 September 2026 - 14:32 WIB

Empat Proyek Jalan Bernilai Miliaran Disorot, AJAR Desak Kejari Pelalawan Tindaklanjuti Dugaan Penggelembungan Anggaran

Berita Terbaru