SANGIHE, Lingkaranpolri.id – “Rabu, 26 Agustus 2026” – Musibah menimpa seorang nelayan asal Sangihe, “YOAB LAMBARI” yang kerap disapa ” Embo ARMAN”. Ia hilang saat melaut di perairan Pulau Beeng sejak Jumat, 21 Agustus 2026, dan hingga kini belum ada titik terang.
Memasuki hari ke-6, keluarga mengaku masih melakukan pencarian secara mandiri menggunakan perahu pamboat, dibantu warga dan kerabat sekitar.
Berdasarkan informasi yang diterima, laporan kehilangan pertama kali disampaikan ke anggota piket Polsek Tabukan Selatan pada “Sabtu, 22 Agustus 2026 sekitar pukul 11.20 WITA”. Laporan awal disampaikan oleh “Ridwan Salama” melalui sambungan telepon.
Namun hingga “Rabu, 26 Agustus 2026”, pihak keluarga mengaku belum mendapatkan bantuan pencarian dari pihak berwenang.
Kekecewaan itu disampaikan keluarga melalui unggahan Facebook atas nama “Shefira Bawiling”.
“Kami Sudah Berusaha Sendiri”
Dalam unggahannya, keluarga mengungkapkan rasa kecewa karena proses pencarian belum mendapat perhatian dari pihak terkait.
“Kami keluarga sudah berusaha dalam pencarian orang tua kami. Meskipun belum ada titik terang, kami tetap berusaha dan percaya Tuhan pasti turun tangan menolong kami keluarga,” tulisnya.
“Laporan sudah kami buat dari hari Sabtu. Kami sangat berharap kepada pihak yang berwenang dalam hal ini dapat membantu kami keluarga. Nyatanya sampai sekarang belum ada pihak yang turut membantu dalam pencarian, yang kini sudah masuk hari ke-5,” lanjut unggahan tersebut.
Keluarga juga mengaku sudah menghubungi beberapa kontak yang diberikan kenalan, namun belum ada respon.
“Sangat disayangkan bagi kami keluarga yang mungkin tidak berpengaruh apa pun. Sampai hal yang sangat darurat seperti ini slow respon sekali dari pihak yang berwajib,” tulisnya.
Pertanyaan juga dilontarkan: “Dimana SAR Tahuna? Kenapa hal seperti ini dianggap sepele. Harusnya tim SAR selalu stay melayani.”
Masyarakat dan keluarga besar korban berharap “Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe” segera menurunkan bantuan untuk mempercepat pencarian korban.
Mereka meminta “Basarnas Pos Tahuna, BPBD Sangihe, dan Polairud” untuk segera diterjunkan, mengingat luasnya area pencarian di perairan Pulau Beeng.
Hingga berita ini diterbitkan, redaksi “Lingkaranpolri.id” berupaya mengkonfirmasi ke Basarnas Pos Tahuna, BPBD Sangihe, dan Polres Kepulauan Sangihe terkait kendala dan rencana operasi pencarian.
Kami membuka ruang klarifikasi seluas-luasnya kepada pihak terkait.
“Doa kami”: Semoga Bapak Yoab Lambari alias Arman segera ditemukan dalam keadaan selamat. Dan semoga keluarga diberikan kekuatan serta ketabahan.
_Catatan Redaksi: Data korban – Yoab Lambari, 42 tahun, Laki-laki, Tinggi 160 cm, Kulit sawo matang, Terakhir menggunakan ponton/rakit di perairan Pulau Beeng arah timur laut ±20 mil dari Kampung Tambung_








