JAKARTA —lingkaranpolri.id
Sejarah baru ditorehkan dalam perjalanan Korps Brigade Mobil (Brimob) Polri. IPTU Listra Kogoya, S.Tr.K., S.I.K., mendapat kepercayaan menjadi Komandan Kompi (Danki) Brimob, sekaligus tercatat sebagai Polwan pertama yang menduduki jabatan tersebut di lingkungan Korps Brimob Polri.
Penunjukan IPTU Listra Kogoya menjadi catatan penting bagi perjalanan polisi wanita di tubuh Polri. Kepercayaan tersebut menunjukkan semakin terbukanya ruang bagi Polwan untuk mengambil peran dalam jabatan kepemimpinan dan operasional berdasarkan kompetensi, integritas, disiplin, serta rekam jejak profesional.
Korps Brimob Polri menyebut pencapaian tersebut sebagai sejarah baru bagi institusi.
“Untuk pertama kalinya dalam sejarah Korps Brimob Polri, jabatan Komandan Kompi (Danki) diambil oleh seorang Perwira Wanita,” demikian keterangan dalam materi publikasi Korps Brimob.
Tanggung Jawab Besar di Ruang Komando
Jabatan Komandan Kompi bukan sekadar posisi struktural. Seorang Danki memiliki tanggung jawab dalam memimpin, membina, dan memastikan kesiapsiagaan personel dalam menjalankan tugas kepolisian.
Dalam pelaksanaan tugas, IPTU Listra dituntut mampu menjaga disiplin dan profesionalisme anggota, membangun kekompakan satuan, serta mengambil keputusan secara tepat ketika menghadapi berbagai situasi operasional.
Kepemimpinan seorang komandan juga tidak hanya diwujudkan melalui perintah. Keteladanan, ketegasan, kemampuan membina personel, dan tanggung jawab menjadi bagian penting dalam menjalankan amanah tersebut.
Sebagai pimpinan kompi, Listra juga dituntut menanamkan nilai-nilai Tribrata, Catur Prasetya, serta jiwa Korps Brimob kepada seluruh personel yang berada di bawah kepemimpinannya.
Catatan Bersejarah bagi Polwan
Penunjukan IPTU Listra Kogoya menjadi Danki Brimob membuka lembaran baru dalam perjalanan Polwan di lingkungan Polri.
Selama ini, perempuan telah mengambil berbagai peran strategis dalam institusi kepolisian. Namun, jabatan Danki Brimob memiliki karakter khusus karena berkaitan langsung dengan kepemimpinan personel, kesiapsiagaan satuan, serta pelaksanaan tugas operasional.
Kepercayaan yang diberikan kepada Listra sekaligus menjadi pembuktian bahwa kemampuan memimpin dapat diberikan berdasarkan kapasitas dan profesionalisme.
Menjadi Polwan pertama yang dipercaya sebagai Danki bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar.
Amanah tersebut akan diuji melalui bagaimana kepemimpinan diterjemahkan menjadi tindakan, keteladanan, serta keberhasilan dalam menjalankan tugas.
Pencapaian IPTU Listra Kogoya juga menjadi inspirasi bagi generasi Polwan berikutnya untuk terus mengambil peran lebih luas dalam jabatan operasional dan kepemimpinan di lingkungan Polri.
Kini, nama IPTU Listra Kogoya tercatat dalam sejarah Korps Brimob Polri sebagai Polwan pertama yang dipercaya menjadi Komandan Kompi.
Menjadi yang pertama adalah sebuah catatan sejarah. Namun, bagaimana amanah tersebut dijalankan dengan keberanian, profesionalisme, keteladanan, dan tanggung jawab akan menjadi bagian terpenting dari sejarah kepemimpinannya
.(***)
(Laporan:SRJMF)
(RILIS)








