Aceh Utara — Lingkaran polri.id
Kegiatan halal bihalal yang menghadirkan Ustadz Habibi yang berasal dari Meulaboh, Aceh, dan merupakan juara AKSI Indosiar 2026 adalah Habibi An Nawawi, Lc., M.Dipl.di Masjid Pase, Kecamatan Tanah Jambo Aye, menuai sorotan keras. Acara yang dipadati ribuan warga itu justru memicu kemacetan parah di kawasan Panton Labu hingga melumpuhkan arus lalu lintas utama.minggu 12/4/2026.
Kemacetan dilaporkan mengular panjang hingga ke Desa Paya Naden. Kendaraan roda dua dan roda empat terjebak berjam-jam tanpa pengaturan yang jelas, menimbulkan keresahan bagi pengguna jalan.
Ironisnya, di tengah membludaknya massa, tidak terlihat adanya pengamanan maupun pengaturan lalu lintas yang memadai di lokasi. Kondisi ini memunculkan dugaan kuat bahwa kegiatan berskala besar tersebut digelar tanpa koordinasi dengan aparat kepolisian, khususnya Polsek Tanah Jambo Aye.
Sejumlah warga menilai situasi ini sebagai bentuk kelalaian serius dari panitia pelaksana.
“Acara besar seperti ini tidak mungkin tidak diperkirakan ramainya. Tapi kenapa tidak ada pengaturan? Ini sangat mengganggu,” ujar salah satu warga yang terjebak macet.
Ustad Habibi, yang diketahui merupakan dai muda asal Meulaboh dan pernah meraih juara pertama lomba pidato tingkat nasional di Jakarta, memang memiliki daya tarik besar. Kehadirannya dipastikan mampu menarik massa dalam jumlah besar. Namun, justru di sinilah letak persoalannya—antisipasi terhadap lonjakan pengunjung dinilai nyaris tidak dilakukan.
Fakta di lapangan menunjukkan tidak adanya rekayasa lalu lintas, tidak ada petugas yang mengurai kemacetan, serta minimnya pengamanan di titik-titik krusial.
Pertanyaannya, apakah panitia benar-benar mengabaikan prosedur dasar dalam penyelenggaraan kegiatan publik?Jika benar tidak ada koordinasi dengan pihak kepolisian, maka hal ini bukan sekadar kelalaian, melainkan bentuk pembiaran terhadap potensi gangguan ketertiban umum.
Panton Labu sendiri dikenal sebagai jalur vital dengan aktivitas tinggi. Kemacetan panjang seperti ini tidak hanya menghambat mobilitas warga, tetapi juga berpotensi mengganggu layanan darurat dan aktivitas ekonomi.
Hingga berita ini diturunkan, pihak panitia Masjid Pase belum memberikan klarifikasi terkait dugaan tidak adanya koordinasi tersebut. Sementara itu, pihak Polsek Tanah Jambo Aye juga belum memberikan pernyataan resmi mengenai keterlibatan mereka dalam pengamanan acara.
Peristiwa ini menjadi catatan serius bahwa setiap kegiatan yang berpotensi mengundang kerumunan besar tidak boleh digelar tanpa perencanaan matang, termasuk koordinasi lintas instansi.Jika tidak, masyarakatlah yang kembali harus menanggung dampaknya.
Erna (Mak nek)












